Analisis Pasar Senin Legi

Pasar Senin Legi adalah pasar yang berlangsung di Sanggar Anak Alam (SALAM) setiap hari Senin Legi. Penjual, pembeli dan para petugas pasar adalah siswa SALAM, mulai dari kelas Kelompok Bermain (KB) hingga SMA. Mata uang yang digunakan di pasar tersebut adalah uang SALAM yang nilainya sama dengan uang rupiah. Tapi hanya orangtua dan tamu-tamu saja yang boleh menukarkan uang rupiah ke uang SALAM. Sementara anak dan fasilitator harus bekerja (sebagai petugas pasar) atau berjualan terlebih dahulu untuk dapat memperoleh uang SALAM.

Sebagai bagian dari kegiatan literasi kelas SMA, kali ini kami melakukan survei terkait Pasar Senin Legi sebagai materi belajar ekonomi. Berikut hasil telisik kami di Pasar Senin Legi yang berlangsung Senin, 12 Maret 2018 lalu. Tim penulis: Sekar, Vena Tim infografis: Rere, Satria, Rico, Raykhan

Bank Pasar

Di Pasar Senin Legi, bank SALAM adalah salah satu elemen penting. Selain menjadi tempat penyimpanan uang, bank ini juga mempengaruhi lancar tidaknya perekonomian yang berjalan di pasar. Nah, kali ini SMA melakukan sebuah riset dan survei terhadap bank SALAM yang saat ini dijalankan atau dipindah tugaskan kepada Organisasi Siswa SALAM (OAS), yang sebelumnya dikelola oleh para fasilitator.

Pertama, kami meriset rekening tabungan yang berada di bank SALAM. Beberapa hasil analisis kami terhadap rekening tabungan yang ada di bank SALAM, yaitu:

  1. Nilai tabungan tertinggi dimiliki kelas 5 SD dan 4 SD. Sementara tabungan terendah dimiliki oleh kelas TA dan SMA.
  2. Total nilai uang SALAM yang tersimpan di bank SALAM saat ini senilai 4.021.200,-, sementara uang fisik SALAM sejumlah 997.200,-.
  3. Uang fisik SALAM yang dicetak pada tahun 2013 lalu senilai 1.000.000,-
  4. Uang rupiah hasil penukaran uang SALAM digunakan sebagai kas pasar serta untuk mendukung kegiatan belajar di SALAM.

Setelah kami menganalisa tabungan di bank SALAM, munculah pertanyaan baru, “ Jika nilai tabungan sudah cukup banyak lalu akan digunakan untuk apa?” Mengingat jumlah penarikan uang di tiap pasar dibatasi antara 5.000-10.000 untuk tiap anak, fasilitator dan orangtua yang akan berbelanja. Sementara nilai tabungan beberapa teman dan fasilitator sudah mencapai, bahkan lebih dari 50.000. Di sisi lain, uang SALAM tidak dapat dirupiahkan karena tujuan Pasar Senin Legi sejak awal adalah sebagai alat simulasi belajar. Maka jika ada teman-teman atau fasilitator yang berpindah atau sudah tidak lagi di SALAM dan uang tabungan di bank SALAM masih banyak, akan menjadi sia-sia karena uang tabungan tersebut tidak dapat dirupiahkan.

Untuk mengetahui apakah teman-teman terbebani atau tidak dengan kondisi ini, kami pun melakukan survei dengan menanyakan tentang alasan menabung dan harapan tentang uang salam kedepannya kepada teman-teman dari berbagai kelas. Hasilnya, ternyata banyak teman-teman yang mengetahui pasti bahwa uang SALAM tidak bisa dirupiahkan. Tujuan mereka menabung pun sebagian besar hanya untuk menyimpan hasil berjualan di Pasar untuk digunakan di pasaran selanjutnya.

Ketika ditanya, “Apakah mereka senang bila suatu saat uang SALAM dirupiahkan?” mayoritas menjawab “senang”. Beberapa juga berharap uang SALAM bisa ditukar dalam rupiah saat akan lulus dari SALAM. Namun sebagian besar hanya akan menggunakan sisa tabungannya kelak untuk mentraktir teman-temannya. Ada pula yang berkeinginan jika saat lulus dari SALAM masih memiliki sisa tabungan, maka ia akan menyumbangkan tabungannya untuk pihak pengelola pasar sehingga dapat digunakan untuk menggaji para petugas pasar. Banyak anak-anak yang memang menabung hanya karena senang berjualannya, maka dari itu  teman-teman memang tidak begitu memikirkan tentang uangnya.

Dari riset kali ini, beberapa hal yang kami (kelas SMA) rekomendasikan yaitu:

  1. Kebijakan khusus

Kebijakan khusus ini berupa pengecualian batas penarikan untuk nasabah yang akan lulus, agar dapat mempergunakan semua uang tabungan di akhir semester atau kenaikan. Ini bertujuan agar bagi nasabah yang mempunyai rekening bank berjumlah cukup banyak tidak menjadi sia-sia begitu saja.

  1. Digitalisasi

Adapun tentang kurang tertatanya pendataan di bank SALAM, yang akhirnya menyulitkan para petugas untuk mendata, kami menyarankan agar pendataan bank SALAM dibuat digital. Ini memang sangat memudahkan, namun ada beberapa penunjang yang harus disiapkan seperti laptop, SDM, flashdisk, dan aplikasi.

  1. Cetak Uang Baru

Selain itu ada pula saran kami mengenai pencetakan uang baru.  Ada beberapa alasan mengapa kami menyarankan bank SALAM perlu untuk mencetak dan memperbarui desain uang SALAM. Pertama, karena uang SALAM yang saat ini digunakan sudah cukup lama tidak diperbarui. Sudah 5 tahun uang SALAM tidak diperbarui sejak tahun 2013. Ini membuat kami berpikir sudah saatnya tahun ini uang SALAM untuk diperbarui kembali dengan desain yang baru dan fresh.

Kedua, adanya inflasi yang terjadi di Pasar Senin Legi. Sejak kepengurusan dipindah-tugaskan kepada para siswa-siswi SALAM, banyak peraturan dan beberapa kondisi yang berubah, yang menyebabkan inflasi pun timbul. Seperti penjual yang selalu mencapai jumlah lebih dari 45, kenaikan gaji yang terjadi pada para petugas dan koordinator Pasar Senin Legi, dan meningkatnya daya beli konsumen.

Terakhir, karena terjadi peningkatan ekonomi di Pasar Senin Legi. Hal ini terjadi karena jumlah warga belajar di SALAM juga terus tumbuh dari tahun ke tahun. Ini terlihat dari nilai uang fisik dan non fisik berjumlah tidak sama. Setelah kami menganalisa dan mengulik tentang bank SALAM, kami pun menemukan data bahwa total uang yang berada di rekening dan uang fisik berjumlah tidak sama, bahkan terlampau jauh perbedaannya.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa uang SALAM perlu dicetak ulang. Tidak sebandingnya total uang rekening dan uang fisik juga menyebabkan kekhawatiran para petugas jika mereka kehabisan uang SALAM sebelum semua para nasabah atau teman-teman yang mengantri di bank mendapat uang SALAM.

Tema Pasar

Pasar Senin Legi bulan ini bertema ‘Bulat, Lingkaran dan Silinder’, sedikit berbeda dengan tema-tema pasar sebelumnya yang umumnya mengangkat tema bahan-bahan pangan. Dari tema yang ditentukan, sebagian besar penjual berjualan sesuai tema. Seperti halnya pasar-pasar terdahulu, jenis dagangan yang paling banyak diperdagangkan adalah makanan/ minuman. Variasi tema seperti yang dilakukan panitia pasar kali ini sebaiknya terus dilakukan untuk menstimulus kreatifitas para penjual.

Berikut tabel yang kami rangkum terkait jenis dagangan dan keterkaitan dagangan dengan tema.

http://www.cahsalam.id/analisis-pasar-senin-legi.html