Fundraising dengan Manfaat Jangka Panjang

Seru dan Keren. Begitu testimoni peserta Workshop Melukis Botani untuk Pemula bersama Eunike Nugroho yang diadakan di Makan Daun Studio Jogjakarta, 9 November 2019. Acara ini merupakan salah satu agenda dalam fundraising menyambut 20 tahun SALAM.

Bu Keke sedang memberi penjelasan dalam workshop

Pemateri workshop Eunike Nugroho mengungkapkan, suasana workshop yang diikuti oleh 15 peserta berlangsung menyenangkan. Apalagi tempat yang digunakan untuk workshop terbilang representative, lebar dan suasananya juga asyik.

”Kuota peserta memang terbatas, saat workshop mendadak ada peserta ibu dan anak yang ikut sehingga pas banget pesertanya. Usai acara, saya minta pendapat ke peserta bagaimana kesannya, komentarnya positif. Banyak komentar seru dan keren, bahkan ada yang komentar camilannya enak-enak,” ujar pelukis yang akrab disapa Keke ini.

Peserta workshop dari berbagai latar belakang. Ada peserta yang merupakan pelajar, pengajar, dosen, penggambar sketsa dan arsitek. Bahkan ada peserta yang datang dari Palangkaraya. 

Dalam workshop itu, Keke membagikan dua hal yakni teknis realisme dan penggunaan cat air. Menurut Keke, dalam seni botani menuntut adanya akurasi. Oleh karena itu, dia memaparkan tentang struktur, proporsi, dan dimensinya. Misalnya saja, saat mengambar tomat berserta daunnya harus sama persis dengan aslinya. Jika permukaan licin otomatis gambar juga harus tampak licin. 

”Realismenya saya ajari dulu. Tentang value dan pencahayaan. Bagaimana menghasilkan lukisan atau gambar dua dimensi tapi tampak tiga dimensi. Objek yang dipakai juga asli, bukan dari foto. Meski peserta saya perbolehkan memotret objek saat membuat sketsanya,” tuturnya.

Memotret boleh dilakukan untuk mempertahankan interpretasi pencahayaan di awal pembuatan sketsa. Sebab, terkadang untuk menggambar berkejaran dengan waktu, sehingga kadang cahaya yang menerpa objek tak sama lagi saat awal dan akhir menggambar. ”Jadi foto objek tersebut lebih untuk panduan saja,” tambahnya.

Kemudian di sesi kedua, Keke menjelaskan tentang teknik penggunaan cat air. Menurutnya, cat air adalah media yang unik. Banyak yang bilang jika cat air adalah media lukis atau gambar yang sulit dikuasai. Sebab, saat dipalikasikan tidak sekali jadi, tapi terkadang cat air tersebut berpindah dan menyebar. ”Tipe cat air memang tidak menurut, saya membagikan tips cara mengendalikan cat air,” tutur Keke.

Para peserta sedang menikmati proses belajar bersama dalam workshop

Menurut Keke, workshop yang diadakan oleh Panita Rangkaian Acara 20 Tahun Salam terbilang pendek waktunya. Sebagian peserta merasa durasi waktunya kurang panjang. ”Harusnya tiga jam, tapi molor jadi empat jam. Itu pun peserta masih bilang kurang lama durasinya. Memang untuk menggambar butuh waktu. Padahal kemarin juga on time lho acaranya,” ungkap Keke yang belum lama ini menggelar Pameran Ragam Flora Indonesia 2 di Bale Banjar Sangkring, Bantul.

Lebih jauh, Keke berpendapat workshop dalam upaya penggalangan dana seperti yang diadakan ini memiliki manfaat jangka panjang. Workshop ini tak hanya membagikan ilmu pemateri kepada peserta saja, melainkan juga wadah belajar bagi panitia. 

”Workshop untuk fundraising begini tidak sekonsumtif saat jualan barang. Dengan model begini manfaat jangka panjangnya banyak, selain ilmu yang didapat, mereka punya bekal dari workshop ini, selain juga menambah jejaring,” tandas Keke yang awalnya diajak bu Ivy dan mbak Hughes untuk mengisi workshop ini.

Harapannya, lanjut Keke, untuk SALAM semoga berhasil dan sesuai target fundraising. Juga semoga acara ini bermanfaat bagi keluarga SALAM. Sebab, keterlibatan orang tua di SALAM bisa dimanfaatkan untuk saling belajar. Misalnya saja wadah bagi orang tua untuk mengorganisir suatu acara. 

”Saya ini cukup perfeksionis, makanya saya mencecar banyak pertanyaan ke panitia, salah satunya ke mbak Hani yang katanya baru pertama kali terlibat membuat workshop. Mbak Hani pun bilang ke saya, kalau dia juga belajar banyak bagaimana membuat workshop yang kualitasnya bagus. Saya pun juga belajar lagi untuk membuat materi baru, jadi manfaatnya banyak,” jelasnya.

Di sisi lain, Keke pun mengaku bisa menambah jejaring. Salah satunya dengan peserta yang tertarik dengan Komunitas Seni Botani yang diikutinya. ”Positifnya banyak, selain saya memang suka mengajar dan berbagi ilmu, banyak juga peserta yang tertarik gabung dengan komunitasku. Semoga keluarga SALAM selalu kompak dan bisa membuat acara yang seru lagi ya,” tutupnya. (*)

Foto-foto oleh: Roslinda Noor