karya anak salam

Keitaro dan Langkah Kecil Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Suasana Ruang Bagong pada pagi 22 Mei 2026 terasa cukup ramai. Teman-teman dari berbagai kelas, orang tua, dan para fasilitator hadir untuk mengikuti Bulan Presentasi. Lampu ruangan dibuat agak redup agar tayangan proyektor terlihat jelas. Di tengah suasana itu, Keitaro Satyawan, siswa kelas 10, berdiri di depan audiens untuk mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul Belajar Bahasa Inggris Part 2.

Dengan tenang, Keitaro membuka presentasi dengan salam dan memperkenalkan dirinya. Setelah itu ia mulai membacakan tulisan yang telah disiapkan dan ditampilkan melalui layar proyektor. Ia membaca materi tersebut secara runtut tanpa banyak jeda. Pengucapannya terdengar cukup baik, meskipun masih ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang belum diucapkan dengan tepat.

Riset yang dilakukan Keitaro berangkat dari tujuan yang sederhana namun penting: meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Dalam proses belajar, ia didampingi oleh fasilitatornya, Aji Prasetyo. Salah satu materi yang dipelajarinya adalah relative clauses, sebuah bagian tata bahasa yang membantu menyusun kalimat dengan lebih kompleks dan jelas.

Namun, sebagaimana proses belajar bahasa pada umumnya, tantangan terbesar ternyata bukan hanya memahami teori. Keitaro menyadari bahwa ia masih perlu lebih banyak berlatih percakapan. Rasa ragu-ragu dan takut melakukan kesalahan kadang masih muncul ketika harus menggunakan bahasa Inggris secara langsung. Tantangan itulah yang menjadi pekerjaan rumah berikutnya dalam perjalanan belajarnya.

Salah satu momen menarik dalam presentasi ini muncul dari budaya belajar yang berkembang di kelas. Keitaro menerima berbagai masukan dari audiens. Teman-temannya bahkan memiliki sosok yang dikenal sebagai “polisi pronunciation”, seseorang yang gemar mengoreksi pengucapan bahasa Inggris teman-temannya. Meski selama presentasi tidak ada interupsi, keberadaan teman-teman yang memperhatikan detail pengucapan menunjukkan bahwa mereka sama-sama sedang belajar dan saling membantu untuk berkembang.

Pada sesi tanya jawab, Lecia bertanya apakah Keitaro memang memiliki ketertarikan terhadap bahasa Inggris. Dengan singkat namun jelas, Keitaro menjawab bahwa ia memang menyukai dan tertarik mempelajari bahasa tersebut. Saat menjawab pertanyaan, sesekali ia masih tampak kurang percaya diri. Namun keberaniannya untuk tetap menjawab di hadapan banyak orang menunjukkan bahwa ia sedang berproses untuk mengatasi keraguannya.

Dukungan dari lingkungan sekitar juga terasa kuat. Teman-teman, fasilitator, dan orang tua yang hadir memberikan apresiasi serta semangat. Beberapa di antaranya bahkan menyarankan agar Keitaro mengikuti kelas minat bahasa Inggris sehingga ia memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

Dibandingkan sebelumnya, ada perkembangan yang cukup terlihat pada diri Keitaro. Ia tampak lebih tenang ketika berbicara di depan banyak orang. Ia juga mampu menerima masukan tanpa menunjukkan sikap defensif atau mudah tersinggung. Kemampuan ini menjadi bekal penting, karena belajar bahasa bukan hanya soal menguasai kosakata dan tata bahasa, melainkan juga kesiapan untuk terus mencoba, menerima koreksi, dan belajar dari kesalahan.

Presentasi ini menunjukkan bahwa perjalanan belajar bahasa Inggris Keitaro bukan sekadar tentang memahami aturan kebahasaan seperti relative clauses. Lebih dari itu, ia sedang membangun keberanian untuk berbicara, mengungkapkan pendapat, dan tampil di depan publik. Langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru dari proses seperti inilah rasa percaya diri tumbuh sedikit demi sedikit.

Ke depan, kesempatan untuk lebih sering berinteraksi, berdiskusi, dan bercakap-cakap bersama teman-teman akan menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi Keitaro. Sebab bahasa pada akhirnya hidup dalam percakapan, dan kepercayaan diri tumbuh ketika seseorang merasa diterima untuk mencoba, meski belum selalu sempurna.

Dari notulensi: Bunga Jeruk Permata Pekerti

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *