karya anak salam

Nusa dan Mainan Buatan Sendiri: Belajar dari Percobaan dan Kegagalan

Suasana Ruang Togog pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, terasa hidup dan penuh keceriaan. Mainan-mainan yang memenuhi ruangan seolah menjadi teman yang menemani langkah-langkah belajar anak-anak. Di tengah suasana yang ramai dengan tawa dan antusiasme, Ney Nura Safira, yang akrab dipanggil Nusa, berdiri di depan peserta presentasi untuk membagikan hasil risetnya yang berjudul Membuat Mainan.

Nusa, siswi kelas 2 SD SALAM, tampil dengan bantuan layar presentasi dan foto-foto dokumentasi, ia menceritakan perjalanan risetnya di hadapan teman-teman, orang tua, fasilitator, dan beberapa tamu yang turut hadir. Meski penjelasannya belum selalu rinci, keberaniannya berbicara di depan banyak orang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ia tampak menikmati setiap bagian presentasinya dan mampu menjaga perhatian para pendengar hingga akhir.

Riset yang dilakukan Nusa berangkat dari keinginannya yang sederhana namun bermakna: ia ingin bermain dengan mainan yang dibuatnya sendiri. Dari rasa penasaran itu, lahirlah berbagai percobaan kreatif. Dalam proses risetnya, Nusa berhasil membuat sekitar enam jenis mainan. Ia juga dengan jujur menceritakan bahwa tidak semua percobaannya berjalan lancar.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia mencoba membuat paper doll. Tidak hanya sekali, Nusa mengalami kegagalan hingga tiga kali. Namun pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya. Ketika merasa kesulitan melanjutkan proyek paper doll, ia memilih mencoba membuat mainan lain seperti squishy dan clan dog. Keputusan untuk mencari alternatif menunjukkan kemampuan Nusa dalam menghadapi tantangan dan menemukan jalan baru ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.

Selama presentasi, Nusa berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan. Para peserta terlihat fokus mendengarkan, bahkan beberapa kali tertawa mengikuti cerita yang ia sampaikan. Kemampuannya membangun interaksi dengan audiens menjadi salah satu momen penting dalam presentasi tersebut. Ia tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak orang lain menikmati perjalanan belajarnya.

Pada sesi tanya jawab, Nusa menjawab setiap pertanyaan dengan tenang dan percaya diri. Ketika Gentra bertanya tentang mainan yang paling mudah dibuat, Nusa menjelaskan bahwa squishy dan stiker merupakan mainan yang menurutnya paling mudah dibuat. Sementara itu, saat Ibu Mini menanyakan apakah ide bahan-bahan yang digunakan berasal dari dirinya sendiri atau hasil diskusi dengan orang tua, Nusa menjawab bahwa ide tersebut muncul dari dirinya sendiri. Jawaban-jawaban yang diberikan menunjukkan bahwa ia memahami proses riset yang telah dijalani dan mampu mengomunikasikannya dengan baik.

Antusiasme juga datang dari teman-temannya. Banyak yang tertarik melihat hasil mainan yang telah dibuat dan bahkan berharap bisa memiliki atau membuat mainan serupa. Kehadiran fasilitator turut membantu jalannya presentasi dengan memberikan kesempatan kepada Nusa untuk menjelaskan kembali bagian-bagian yang masih kurang jelas, sehingga proses belajar berlangsung lebih optimal.

Dari keseluruhan perjalanan riset ini, terlihat satu pelajaran penting yang tumbuh dalam diri Nusa: pantang menyerah. Beberapa mainan yang berhasil dibuat ternyata membutuhkan hingga tiga kali percobaan sebelum mencapai hasil yang diinginkan. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari proses, melainkan bagian dari perjalanan belajar.

Presentasi berlangsung dengan lancar dan tertib. Dibandingkan dengan semester sebelumnya, Nusa tampak jauh lebih percaya diri. Ia juga terlihat lebih puas terhadap hasil riset yang telah dikerjakannya. Keberanian untuk mencoba, ketekunan menghadapi kegagalan, serta kegembiraan dalam berkarya menjadi bekal berharga yang diperoleh Nusa melalui riset sederhana tentang membuat mainan.

Dari tangan kecil yang mencoba menciptakan mainan sendiri, tumbuh pelajaran besar tentang kreativitas, ketekunan, dan keberanian untuk terus mencoba. Itulah perjalanan belajar yang dibagikan Nusa pada pagi yang penuh semangat tersebut.

Dari Notulensi: Ristina

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *