Pada hari sabtu, 5 September 2026 pukul 05.45 pagi Aku bangun mempersiapkan diri sebelum memulai sarapan. Setelah selesai mempersiapkan diri lalu sarapan, aku berangkat menuju ke Salam dengan mengendarai sepeda motorku. Aku berangkat dari rumah sekitar 06.30, aku berangkat jam segitu karena temanku yang memintanya karena dia ingin meminjam motorku.
Hari ini akan ada kegiatan Wiwitan, Wiwitan adalah tradisi leluhur petani Jawa yang dilakukan di sawah saat padi mulai menguning dan bersiap untuk dipanen, tujuannya adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesuburan dan hasil panen yang melimpah, sekaligus memohon keselamatan serta kelancaran untuk musim tanam selanjutnya.
Saat mendekati Salam aku tidak langsung ke Salam. Aku pergi ke sebuah pendopo dekat rumah Lecia untuk memarkirkan motorku. Daru memintaku untuk parkir di situ karena dia akan meminjamnya. Setelah parkir, barulah aku pergi ke Salam.
Sesampainya di Salam aku pergi menemui teman-teman baruku yang sudah seminggu live-in di Salam. Mereka dari Jakarta dan bersekolah di Erudio, namanya Ivy dan Mosha. Aku juga menemui satu teman lagi dari Salam, bernama Neira. Walau aku dan teman-teman baruku baru kenal sehari yaitu hari kemarin, kami sudah akrab satu sama lain. Saat bertemu dengan mereka lagi kami berbagi cerita tentang pengalaman yang kita lalui kemarin.
Sampai akhirnya jam menunjukkan angka 08.00, kami di suruh bergegas untuk datang ke pendopo dekat rumah Lecia karena Wiwitan sebentar lagi akan dimulai. Nanti, aku akan mengangkat sebuah gunungan sayuran yang besar. Dan itu adalah kali pertama aku ikut Wiwitan dan mengangkat gunungan. Tugas mengangkat gunungan itu karena fasi yang memintaku dan aku merasa tidak sabar untuk mengangkatnya
Saat berjalan menuju pendopo aku melihat orang-orang mengenakan pakaian adat Jawa dengan make-up dan properti seperti seorang prajurit. Aku memperhatikannya dengan penuh antusias Saat hampir sampai, aku melihat sudah ada banyak orang yang berkumpul di sana, padahal saat tadi aku tiba di situ masih sepi. Aku datang mendekat bersama dengan teman-temanku, kami menyatu dengan kerumunan.
Namun, tak lama kemudian kepalaku terasa pusing berada di kerumunan dengan banyak sekali orang. Terlebih aku orangnya Introvert dan selalu menyendiri, badanku seakan lemas dan sulit sekali bernapas, namun aku berusaha untuk tetap tenang. Saat sedang asik mengobrol dengan teman-temanku, aku dipanggil oleh salah satu temanku yang bernama Ahza untuk persiapan mengangkat gunungan. aku bergegas menghampiri Ahza dan dengan beberapa orang mencoba mengangkat gunungan keluar dari pendopo.

Saat mengangkat gunungan rasanya sangat berat dan butuh 6 orang untuk mengangkatnya. Kami kemudian menaruhnya di dekat sebuah jalan dekat pendopo. Sembari menunggu aba-aba, aku mencari teman baruku bernama Mosha untuk membantu mengangkat gunungan, karena sebelumnya dia berkata ingin membantu mengangkat gunungan. Setelah dirasa semua sudah siap kegiatan akhirnya dimulai ketika suara musik mulai dimainkan.
Aku dan tim pengangkat lainnya mulai mengangkat gunungan. Kami keliling memutari kampung dekat Salam. Aku tidak terus mengangkat gunungan itu, tetapi akan bergantian dengan orang lainnya. Jadi tidak terlalu capek saat keliling-keliling membawa gunungan. Kami keliling memutari kampung sampai akhirnya sampai di salam. Aku bergegas pergi masuk ke kelas dan beristirahat.
Sambil beristirahat aku mengobrol dengan temanku Ivy, Neira, dan Mosha. Kami bercanda bergurau bersama sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 10.30. Anak-anak Erudio bergegas membereskan barang-barangnya karena mereka akan pulang ke Jakarta hari ini. Aku merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman baruku.
Aku dan Neira ikut mengantarkan kepergian Ivy dan Mosha sampai ke belakang bus yang akan mengantar mereka. Sebelum mereka masuk bus kami berpelukan bersama sampai akhirnya mereka masuk ke dalamnya. Aku dan Neira tetap menunggu di luar sampai bus berangkat dan menghilang dari mata.
Setelah kepergian yang begitu dramatis, aku dan Neira kembali ke Salam. Aku melihat orang-orang sedang menikmati makanan yang di ditadah daun pisang entah apa namanya, tiba-tiba temanku yang lain datang menyuruhku untuk mengambil makanan itu.
Aku segera mengambil makanan itu dan kembali ke kelas, di kelas aku mencoba makanan itu dan rasanya cukup enak dan layak dicoba. Sehabis makan, aku lanjut bersantai sambil sesekali keluar kelas untuk menengok pertunjukan yang digelar setelah Wiwitan.
Semua orang tampak menikmati Wiwitan hari ini, begitu juga denganku. Rasanya seru, walau kelelahan, kepanasan, dan berkeringat. Karena ini pengalaman pertamaku, jadi aku lumayan menikmatinya. Dan ini juga merupakan pengalaman berharga bagiku di mana kita bisa melestarikan budaya leluhur bersama. Waktu menunjukkan pukul 15.00 aku bergegas mempersiapkan diri untuk pulang ke rumah, aku menunggu tempat parkir di mana Daru memarkirkan motorku. Aku menaikinya dan menyalakan motorku dan bergegas pulang.
Alfred Da Fela Logho
Kelas 11 SALAM
SALAM (Sanggar Anak Alam), Laboratorium Pendidikan Dasar, berdiri pada tahun 1988 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara.
Leave a Reply