Berkisah Lewat Gambar

Pada pameran seni rupa CARAKA#2 yang dibuka oleh Bapak Nasirun, 9 Desember 2018 lalu, Rachel, siswi kelas 10 SMA SALAM menampilkan beberapa karya ilustrasi dengan media cat air di atas kertas. Restu Ratnaningtyas, yang pada kesempatan ini adalah mentor dalam proses kreatif Rachel, mengungkapkan bahwa pada proses mentoring ini ia tidak menggodog konsep terlalu dalam. Restu hanya memperkenalkan beberapa teknik dasar, seperti teknik kering, teknik wet on wet, dan paper sculpture pada proses mentoring yang berjalan cukup intens ini.

Menurut perempuan yang mulai aktif mengikuti pameran seni rupa sejak 2008 ini, Rachel tampak sangat antusias dan cepat belajar. Dari mula-mulanya masih ragu untuk menorehkan cat air ke atas kertas, sampai berani berimprovisasi meski goresan sketsa awal cukup minim. Restu merasa proses mentoring kali ini belum optimal berhubung momentumnya berbarengan dengan persiapan pameran lain.

Nampaknya hal serupa juga dirasa oleh Rachel. Ketika ditanya tentang kesannya terlibat dalam kerja kolaborasi seni di CARAKA#2 bersama Restu, Rachel berkomentar, “Seru, puas, dan masih pengen lanjut lagi.” Bagi Rachel, teknik paper sculpture yang diperkenalkan ibunda Yoda, siswa kelas 2 SD SALAM ini adalah sebuah hal baru. “Sebelumnya aku belum pernah tau tentang paper sculpture, Bu. Belum pernah kebayang. Jadi kepengen eksplore lagi tentang itu,” lanjut Rachel.

Ketika saya tanya tentang konsep salah satu karyanya, Rachel mengungkapkan bahwa karya itu tentang seorang gadis yang memiliki kekuatan telekinesis. “Idenya itu dari teori EXO itu lho, Bu. Salah satu anggota EXO, aku lupa itu Kai atau Luhan, ceritanya punya kekuatan telekinesis.” Sekedar informasi, EXO adalah nama salah satu boyband Korea, yang dalam penangkapan visual saya, semuanya berwajah sama. “Wah, jadi tahu tentang boyband Korea, nih,” seloroh Restu yang saya wawancara bersamaan dengan Rachel sore itu.

Terkait keinginan Rachel untuk belajar lebih dalam tentang cat air, perempuan yang juga aktif bekerja sebagai ilustrator ini membuka kesempatan bagi Rachel untuk magang. Menurut ilustrator ‘Mata di Tanah Melus’ dan ‘Mata dan Rahasia Pulau Gapi’ karya Okky Mandasari ini, peluang untuk menjadi ilustrator di masa mendatang masih terbuka lebar. Terutama untuk produksi buku-buku anak. Bagi Restu, membuat ilustrasi untuk buku memiliki keasyikan tersendiri. Perempuan kelahiran 13 November ini selalu membaca tuntas semua naskah buku yang akan ia ilustrasikan sebelum akhirnya mengerjakan visualnya. “Tantangannya adalah bagaimana menyampaikan maksud penulis dalam visual yang verbal,” pungkasnya. []