Penemu Angka 1Sampai 0

Sebelum saya ceritakan sejarahnya, pernahkah anda melihat angka 1 sampai angka nol (0) bukan angka 0 sampai dengan 9? Coba lihat pada keyboard Computer atau gadged anda dimulai angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 0. Kenapa begitu?

Mungkin dipikiran orang biasa, angka tersebut merupakan angka satuan, jika sudah mencapai angka 0 maka angka 1 berada di posisi puluhan menjadi angka sepuluh (10) begitu juga angka 20, 30, 40, 50 dan seterusnya sampai menjadi ratusan.

  1. Asal Mulanya

Angka 1-0 berasal dari kebudayaan Hindu (India) yang kemudian dikembangkan oleh kebudayaan Islam di Baghdad sehingga angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0 lebih dikenal sebagai angka Hindu Arab atau kadang malah hanya disebut sebagai Angka Arab. Tapi sebenarnya tiap-tiap kebudayaan mengembangkan sistem angka sendiri-sendiri. Huruf jelas berbeda-beda untuk setiap kebudayaan.

Penemu Angka Nol

Bukan penemu, lebih tepatnya yang “memperkenalkan” simbol angka nol namanya Al Khawarizmi, beliau lahir di Khawarizm (Kheva, sekarang Usbekistan) sekitar 780 M. beliau saat dewasa pindah ke Bagdad—Irak untuk mencari ilmu pengetahuan, pada masa itulah kota tersebut berada pada masa cermerlang dan kaya ilmu pengetahuan Al Khawarizmi dijuluki “Bapak Algoritma.”

Dalam bidang aritmatika, Al-Khawarizmi menulis kitab Al-Jam wal Tafriq bi Hisab al-Hid (Book of Addition Substraction by the Methode Calculation). Edisi asli berbahasa Arab telah hilang, versi lainnya ditemukan pada tahun 1857 di perpustakaan Universitas Cambridge. Karya Al-Khawarizmi itu dikenal sebagai buku pelajaran pertama yang ditulis dengan menggunakan sistem bilangan desimal. pelajarannya masih bersifat dasar, ini merupakan titik awal penyeimbangan ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam/sains. Terminologi algoritma, mungkin bukan sesuatu yang asing bagi kita.

Di Eropa, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai Alchwarizmi, Alkarismi, Algorithmi, Algorismi. Di literatur barat beliau lebih terkenal dengan sebutan Algorizm. Panggilan inilah yang kemudian dipakai untuk menyebut konsep algoritma yang ditemukannya

Al Khawarizmi memperkenalkan angka 0 (Nol) dalam dunia ilmu pengetahuan (bilangan/hitungan).

Meski ia bukan penemu angka 0 (nol), namun Al-Khawarizmi orang pertama di dunia yang memperkenalkan angka nol sebagai suatu bilangan dalam ranah ilmu pengetahuan.

‘Nol”, atau 0, bukan sebarang angka, penemuannya merevolusikan pemikiran matematik dan sains modern. Angka nol ini sudah digunakan di dunia Arab-Islam pada kurun kesembilan. Angka 0 baru diperkenalkan di Eropah pada awal abad ke-13, dibawa oleh pemikir Itali, Fibonacci, dalam tahun 1202 melalui karya popularnya Liber Abaci. Sifar adalah kata arab untuk angka 0. Perkataan sifar ini juga membentuk perkataan cipher dalam bahasa Inggeris yang membawa masud “tiada apa-apa”, “simbol”, “kod” atau “mesej rahsia”.

Sebelum dipopularkan al-Khwarizmi, Ifrah menyebut, beberapa nomor nol di tulisan-tulisan pada batu ditemui antaranya prasasti tembaga Sankheda di India pada 594, Trapaeng Prei di Kemboja (683), Kedukan Bukit, Sumatera (683), Kota Kapor, Sumatera (686), Dinaya, Jawa (793), Po Nagar, Vietnam (813) dan Bakul, Vietnam (829).

Di wilayah Indonesia angka 0 ditemukan pada tiga perkataan pembilangan duaratus (200), sariwu tluratus sapulu dua (1312) dan dualaksa (20,000) pada prasasti Kedukan Bukit pada tahun 683, perkataan sapuluh dua (12) dan dua laksa (20,000) di prasasti Telaga Batu (Sumatera) pada 683.

Sumber
•https://sulaimanzi.wordpress.com/2009/01/15/al-khawarizmi-bapak-matematika-aljabar/
•http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-al-khawarizmi.html