APA ORANG TUA KITA TAK “NAKAL”?

Sebenarnya sudah cukup lama, namun kepikiran lagi. Aku pingin mengembalikan kenangan masa remajanya para orangtua. Remaja itu kan selalu diidentikan dan lekat banget “nakal”. Orang dewasa jarang bahkan hampir enggak pernah didefinisikan sebagai “nakal”. Yang nakal ya remaja aja..

Gambar sekadar ilustrasi

Pernah gak kalian cerita secara gamblang bersama orangtua tentang kenakalan diri sendiri juga kenakalan orangtua di masa remajanya? Bercerita secara gamblang tanpa ada yang menghakimi. Kebayang enggak sih betapa asiknya masa remaja para orangtua? Karena zaman yang berbeda, pasti berbeda pula kan tingkah-tingkah nakalnya?

Tentang hal ini, aku sendiri selama 3 tahun belakangan baru berusaha terbuka dengan Bunda. Tetapi tetap dengan penyampaian yang hati-hati karena masih takut dihakimi. Di beberapa waktu aku bisa sangat terbuka dan bercerita dengan gamblang juga diterima Bunda dengan baik tanpa menghakimi aku, walaupun kadang raut wajahnya masih nampak cemas. Tapi toh ini juga proses, tidak bisa seinstan itu. Ketika bisa bercerita dengan gamblang aku merasa sangat nyaman, karena aku tahu enggak semua bisa seperti ini. Meski baru aku saja yang terbuka tentang kenakalanku. Bunda masih jarang cerita tentang masa remajanya (yang aku yakini pasti bandel juga….). Mungkin Bunda juga belum kepikiran untuk cerita, karena ya, pikirnya untuk apa?

Berbulan-bulan yang lalu aku pernah iseng mengulik kenakalan para orangtua disekelilingku sewaktu remajanya. Ternyata ada juga yang pernah bolos sekolah, tawuran, bawa gincu dan bedak ke kelas, nyoba-nyoba rokok dan yang paling banyak adalah desainer bagi diri sendiri (celana seragam sekolah yang dibikin cutbray hahaha).

Dari sini aku percaya, ketika ceritaku dapat diterima dengan baik aku pun berani untuk terbuka. Pun orangtua mungkin jauh lebih mudah dan mengerti untuk mengontrol aku tanpa membuat aku merasa dikekang. Apa lagi ketika orangtua dapat menceritakan pengalamannya sewaktu remaja. Aku dapat belajar tanpa mereka bermaksud untuk menggurui atau paling tidak aku mengerti dimana batasan-batasan untuk diriku.

Jadi, pengalaman nakal apa nih yang pernah kalian lakukan? Hahaha..

Eh, tapi kenapa nakal selalu bertautan dengan sekolah ya?

Sekadar ilustrasi

Penasaran juga, orang sebijak pak Toto Rahardjo , Cak Nun, atau pak Roem Topatimasang dulu nakalnya kayak gimana yaaaa? Hahaha..