karya anak salam

Arya dan Mobil Kardus: Belajar Sabar, Berani, dan Percaya Diri

Pagi yang sejuk menyambut kegiatan Bulan Presentasi 2026 di ruang Limbuk Cangik. Halaman sekolah sudah ramai oleh anak-anak dan orang tua yang berkumpul sejak pagi. Di antara suasana yang hangat dan penuh semangat itu, Arya Dwipantara Halim Taman Anak SALAM tampak tidak sabar menunggu saatnya menunjukkan hasil karya yang telah ia persiapkan. Dengan mata berbinar, Arya sudah membayangkan bagaimana mobil kardus buatannya akan dilihat oleh banyak orang.

Riset yang dipilih Arya sangat dekat dengan minatnya sehari-hari. Sejak kecil, ia memang menyukai mobil. Hampir semua mainan yang dipilihnya adalah mobil dengan berbagai bentuk dan jenis. Karena itulah, ketika diminta menentukan tema riset, Arya tanpa ragu memilih membuat mobil dari kardus.

Perjalanan membuat mobil kardus ini bukanlah yang pertama bagi Arya. Sebelumnya, ia pernah mencoba membuat mobil dengan atap terbuka. Namun, proyek tersebut sempat terhenti dan akhirnya rusak karena tidak dilanjutkan. Pengalaman itu tidak membuatnya menyerah. Dengan semangat baru, Arya kembali memulai proyek yang sama menggunakan kardus yang berbeda. Kali ini ia didampingi oleh mama yang setia membantu selama proses pengerjaan.

Dalam proses pembuatannya, Arya belajar banyak hal. Ia harus melatih kesabaran ketika membuat berbagai bagian mobil, terutama roda. Lingkaran yang dibuatnya tidak selalu sempurna, tetapi ia tidak mudah menyerah. Arya terus mencoba hingga hasilnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia juga menunjukkan kreativitasnya dengan menambahkan berbagai detail pada mobil, seperti wiper dan plat nomor kendaraan. Bahkan, Arya memiliki ide untuk membuat car seat di dalam mobil kardusnya karena ia terinspirasi dari car seat yang digunakan adiknya saat bepergian menggunakan mobil papa.

Menjelang sesi presentasi, Arya menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Ia sudah menunggu cukup lama di ruang kelas karena ingin segera mendapat giliran. Saking semangatnya, ia sempat bertanya kepada mamanya, “Ma, kalau ditanya berapa lama bikinnya jawab apa?” Pertanyaan itu membuat suasana menjadi hangat dan mengundang senyum orang-orang di sekitarnya. Di balik rasa antusiasnya, ternyata Arya juga merasa sedikit bingung dan gugup memikirkan pertanyaan yang mungkin akan muncul.

Menariknya, ketika giliran presentasi semakin dekat dan Mas Davin serta Mbak Ayu mulai mengajaknya berbicara, Arya justru mendadak tidak ingin ditanya-tanya. Semangat yang sebelumnya begitu besar berubah menjadi rasa ragu. Namun, dengan dukungan dan bujukan lembut dari mama, Arya akhirnya kembali percaya diri. Ia pun bersedia menjelaskan hasil karyanya kepada para pengunjung yang datang.

Kepercayaan diri Arya semakin terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Ketika Mama Gigi bertanya tentang mobil kardus yang dibuatnya, Arya mampu menjawab dengan baik. Ia menjelaskan berbagai bagian mobil, termasuk fungsi wiper dan plat nomor yang dipasang pada karyanya. Bahkan saat ada seorang tamu asing yang bertanya mengenai risetnya, Arya dapat menjawab dengan lancar tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun.

Di balik keberhasilan presentasi tersebut, terdapat dukungan besar dari keluarga. Ketika Arya menyampaikan keinginannya untuk membuat mobil dari kardus, mama dan papa langsung memberikan dukungan penuh. Mereka memberikan ruang bagi Arya untuk berkreasi, mencoba, dan belajar melalui proses yang dijalaninya sendiri.

Melalui riset sederhana ini, Arya tidak hanya belajar membuat sebuah mainan dari bahan bekas. Ia belajar tentang ketekunan, kesabaran, keberanian menghadapi pertanyaan, serta kepercayaan diri untuk berbicara di depan orang lain. Setiap roda yang belum sempurna, setiap bagian yang perlu diperbaiki, dan setiap pertanyaan yang harus dijawab menjadi bagian penting dari perjalanan belajarnya.

Yang paling membanggakan adalah bagaimana Arya menjalani seluruh proses dengan penuh kegembiraan. Ia jarang mengeluh dan tampak menikmati setiap tahap pengerjaan mobil kardusnya. Semangat itulah yang membuat proses belajar menjadi bermakna. Melalui mobil kardus buatannya, Arya tidak hanya menciptakan sebuah karya, tetapi juga menunjukkan bahwa keberanian dan ketekunan dapat tumbuh dari hal-hal yang sederhana dan dekat dengan dunia anak-anak.

Dari Notulensi: Novia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *