karya anak salam

Bulan presentasi : Adit, Bintang, Jenar

Hari ini, aku menonton presentasi milik Adit kelas 11, Bintang kelas 10 dan Jenar kelas 8. Semua presentasi tersebut, aku tonton di ruang petruk bawah. Yang pertama ada Adit, risetnya adalah tentang membuat corndog. Adit mempresentasikan risetnya dengan cara melakukan demo memasak corndog. Riset Adit di semester sebelumnya adalah menjual frozen food secara offline dan online. Kemudian, untuk meningkatkan pendapatan, Adit ingin mencoba membuat corndog lalu menjualnya.

Isi corndog yang Adit buat ada sosis dan keju mozzarella. Sementara untuk topping, Adit sudah menyiapkan 2 opsi. Saos dan mayonaise untuk penyuka asin dan selai coklat dan matcha untuk penyuka rasa manis.

Adit menjelaskan kesulitan yang ia alami sewaktu membuat corndog. Ia kesulitan saat ingin menusukkan keju. Karena keju sering hancur saat Adit mencoba untuk menusuknya. Hal itu membuat Adit harus mengulangnya beberapa kali. Adit juga menceritakan bahwa ia sudah melakukan praktik lebih dari 5 kali.

Saat demo memasak, Adit membuat adonan secara langsung di tempat. Namun karena terbatasnya waktu, Adit juga menyiapkan adonan yang sudah ia buat dari rumah. Ketika demo, Adit menjelaskan beberapa tips yang ia temukan selama praktik.

Diantaranya, sebelum menggunakan sosis, Adit menyarankan agar mengelap sosis terlebih dulu sampai benar-benar kering. Baru setelahnya membalurkan keju, lalu tepung. Hal itu dilakukan agar memudahkan saat mencelupkan corndog ke dalam adonan dan hasilnya lebih merata. Setelah corndog sudah terlapisi adonan, barulah corndog dibaluri dengan tepung panir. Pastikan corndog sudah terlapisi secara merata sebelum kemudian digoreng sampai kecoklatan di panci khusus untuk menggoreng corndog.

Setelah corndog sudah matang, Adit membagikannya ke teman-teman yang menonton. Teman-teman pun langsung bersemangat sampai terbentuk antrian yang panjang. Karena jumlah teman-teman yang terlalu banyak, 1 corndog harus dibagi untuk 3 orang agar semua bisa mencicipi corndog. Jadi untuk bisa mencicipi corndog, akhirnya dibuatlah kelompok yang berisi 3 orang.

Ada juga fasilitator dan beberapa teman yang membantu Adit memasak corndog agar cepat selesai, sehingga teman-teman bisa segera mencicipinya. Saking ramainya yang mengantri, aku sudah berpikir kalau tidak bisa merasakan corndog buatan Adit. Tapi saat antrian sudah mulai sedikit, aku ikut mengantri dengan temanku, dan ternyata aku masih bisa mendapatkan corndognya. Aku mencoba corndog dengan topping saos dan mayonaise, rasa corndognya enak!

Kopi Bagi Bintang dan Jenar

Presentasi kedua disajikan oleh Bintang dan Jenar. Mereka berdua melakukan presentasi di saat bersamaan karena memiliki riset yang hampir sama, yaitu yaitu tentang kopi. Bintang dan Jenar mempresentasikan risetnya dengan cara menceritakan proses yang dilakukan selama riset berlangsung sambil melakukan workshop membuat kopi.

Awalnya, mereka berdua menjelaskan alasan memilih riset. Bintang memilih riset kopi, karena awalnya Bintang ditawari Bu Gerna, fasilitator SMA untuk menjadi barista di cafe DST milik Bu Gerna. Tadinya Bintang sudah pernah mempelajari tentang kopi dan barista saat masih SMP. Namun ia hanya mempelajarinya selama satu bulan. Jadi saat menjadi barista di tempat Bu Gerna, Bintang tetap harus belajar tentang cara membuat kopi dari awal.

Kemudian Jenar juga menjelaskan alasannya memilih riset. Keluarga Jenar memiliki warung keluarga yaitu Pawon Kebon Tamantirta. Warung tersebut belum memiliki barista. Akhirnya saat ada pelanggan, Jenar mencoba untuk membuat kopi, lalu Jenar merasa seru akan hal itu. Jadilah Jenar memilih kopi sebagai tema risetnya di semester kali ini.

Mengenai apa saja yang sudah dipelajari dalam satu semester ini, Bintang mengaku sudah mempelajari banyak hal. Dimulai dari teknik menyajikan kopi, klasifikasi kopi, pasca panen kopi, dan teknik mencuci biji kopi. Bintang juga menambahkan, kalau kopi dari setiap daerah mempunyai rasa yang berbeda-beda. Penyebabnya adalah pengaruh tanah dan iklim yang berbeda.

Bintang sudah bisa membedakan rasa tiap biji kopi dan rasa dari cara penyajiannya yang berbeda-beda. Target Bintang adalah bisa membuat menu di kafe DST, dan Bintang sudah menyelesaikan target tersebut. Bintang merilis menu yang ia buat sendiri yaitu kopi alpukat susu. Menu ini lebih nyaman di lambung, karena tidak terlalu banyak mengandung kopi. Selain membuat kopi, Bintang juga pernah ditawari untuk menjadi pelatih pembuatan kopi. Bintang sudah bisa membuat modul yang menjadi bahan ajar bagi beberapa karyawan. Namun hal tersebut belum jadi dipraktikan, karena klien yang memberi penawaran ternyata belum memiliki anggaran, sehingga rencana tersebut harus ditunda terlebih dahulu.

Berbeda dengan Bintang, Jenar mempelajari kopi sejak proses penanaman dari biji buah hingga menjadi green bean (biji kopi). Selain itu, Jenar juga mempelajari macam-macam teknik menyajikan kopi. Jenar menjelaskan kesulitan yang ia hadapi selama melakukan proses. Jenar berkata, ia kesulitan karena ada beberapa teknik yang rumit, dan merasa kesal jika ada bahan yang rusak.

Selain kesulitan secara teknis, Jenar juga menambahkan kalau ia merasa tidak mood jika pagi-pagi belum sempat minum kopi atau yang biasa disebut ngopi. Jika sudah ada pelanggan yang datang, mau tidak mau Jenar harus melayani pelanggan terlebih dahulu. Selain itu Jenar juga merasa tidak mood, jika ia sudah siap untuk membuat kopi, tapi pelanggan malah ingin membeli es teh.

Sama seperti Bintang, Jenar juga sudah membuat menu nya sendiri di warung milik keluarga Jenar. Menu tersebut yaitu americano lime. Pak Dimas, ayah Jenar juga menambahkan, kalau Jenar sangat suka mengeksplor dengan cara memasukkan berbagai macam bahan sebagai campuran kopi. Menurut Pak Dimas, americano lime bikinan Jenar mempunyai penggemarnya masing-masing. Ada pelanggan yang suka, ada yang tidak.

Jenar merasa puas dengan risetnya kali ini, karena ia bisa mempelajari banyak hal dari riset kopi. Saking puas dan merasa senang, Jenar sampai sudah merencanakan untuk tetap melanjutkan riset yang berhubungan dengan kopi di semester selanjutnya.[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *