Fasilitator Kelompok Bermain SALAM

Fasilitator Kelompok Bermain SALAM

Ani Kurnia

Hidup harus dijalani

Perempuan berjilbab yang pandai menari ini dilahirkan di Sleman pada tanggal 22 Juni 1970. Merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara. Bersama suami tercinta Bapak Joko Kamto yang seniman teater dan aktor, dan 3 orang putra-putrinya: Tatag Purbo Binangkit, Dhimas Langgeng Gumelar dan Maya Arsya Rabbiya tinggal di desa Sumber, Balecatur, Gamping Sleman.

Bu Ani, demikian ia disapa lulusan Sekolah Pendidikan Guru TK, yang pandai menyihir murid-murid di kelas Kelompok Bermain (KB) dengan dongengnya ini, bergabung dengan Salam sejak tahun 2005 hingga sekarang setia mendampingi anak-anak usia 2 – 4 thn di kelas Kelompok Bermain. Namun ternyata jauh sebelum itu suaminya justru yang lebih dulu menjadi fasilitator saat Salam masih beraktivitas di Lawen, Pandanarum Banjarnegara Jawa Tengah pada tahun 1990.

Fasilitator Kelompok Bermain SALAM
Fasilitator KB SALAM

“Jadi paling tidak saya sudah mengenal sedikit tentang Salam. Dan jauh sebelumnya saya sudah cukup lama mengenal Bu Wahya,” demikian cerita Bu Ani yang suka nonton TV dan mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals, Leo Kristi juga acara Tembang Kenangan dari radio.

Awal bergabung di SALAM ketika tahun 2003 menyekolahkan anaknya yang ke 3 (tiga), yang waktu itu masih berusia 3 tahun di kelompok Bermain. Kata Bu Ani saat itu, “Ternyata saya  memang menemukan sebuah tempat yang sangat nyaman bagi dunia anak-anak. Salam bagaikan mata air bagi siapa saja yang haus akan pendidikan yang ‘Merdeka”

Bagi Bu Ani, SALAM mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap dunia pendidikan. Jika banyak orang menganggap sekolah adalah mencetak orang pintar secara akademis, sehingga peringkat/ranking menjadi tujuan utama dan menjadi ukuran pintar dan tidak pintar. Namun di SALAM tidak demikian. Pendidikan yang ada di Salam berorientasi pada ‘Hidup dan Kehidupan’, baik manusia, tumbuhan, binatang dan alam semesta. SALAM memberikan ruang kepada siapapun yang mau belajar dan SALAM tidak memandang perbedaan agama, suku, ras, negara atau embel-embel apapun yang membedakan satu sama lain.

Dengan melihat kepolosan anak-anak di SALAM, keceriaan mereka, tingkah laku mereka yang tanpa tendensi apapun disetiap harinya seolah menjadi energi yang merasuk jiwa dan penyemangat hidup Bu Ani yang telah dijalaninya. Dimana Bu Ani memaknai hidup ini adalah perjalanan. Suka-duka kehidupan haruslah dijalani, dan diberi energi agar semangat tetap menyala dan antara lain melalui interaksi bersama anak didiknya di kelompok bermain SALAM.

Eni Sri Warsini

Perempuan tinggi besar yang selalu tertawa gembira dan ceria di depan anak-anak didiknya di Kelompok Bermain ini biasa disapa dengan Bu Eni. Ia lahir di Klaten pada tanggal 6 april 1976 merupakan anak ke empat dari 5 bersaudara. Sudah menikah dengan Djiono dan dikaruniai 2 orang putri: Putri Utami dan Adelia Grace Pungkasari.

Bu Eni yang hobi mendengarkan lagu-lagu, nonton TV dan main ini kini tinggal bersama keluarganya di Kragilan, Tamanan, Banguntapan Bantul.

Ia tertarik dengan SALAM sejak mengadakan study banding, yang akhirnya ia justru tertarik untuk belajar di SALAM. Karena dari anak kita belajar banyak hal, begitu alasan yang disampaikan Bu Eni. Ia sangat mendukung ketika SALAM juga memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk mengekspresikan diri dan berkreasi. Dan pendidikan di Salam yang berorientasi pada lingkungan dan kehidupan sehari-hari sangat menarik minatnya yang memiliki motto hidup bahwa: “Hidup untuk melayani”

Panca Widhati Pamungkas

Permpuan yang punya hobi memasak dan melukis ini lahir di Temanggung pada tanggal 12 September1977. Merupakan anak ke 5 dari 8 bersaudara. Menikah dengan Yulianto Harymurti dan dikaruniai satu orang putra bernama Banyumili Rizki Harymurti. Bersama keluarganya tinggal di Jl.Wakhid Hasyim No.39 Nologaten Dabag, Condongcatur Sleman.

Bu Panca , demikian ia disapa- bergabung di SALAM sejak tahun 2014. Ia tertarik bergabung di SALAM saat melihat ‘proses’ belajar berbeda dengan sekolah lain. Baginya di SALAMa semua (orang tua, anak,fasilitator) bisa belajar bersama. Bersama-sama mengikuti proses. Itulah yang menarik baginya, semua mengalir seperti air.