Prestasi Kok Mengalahkan Orang Lain!

Hal yang paling menyebalkan bagi orang SALAM (Sanggar Anak Alam) yakni ketika harus menjawab pertanyaan; “Apa sih prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SALAM?”, oleh orang luar yang senyatanya tidak percaya-percaya amat dengan apa yang dilakukan SALAM selama 17 tahun ini.

Foto by.Yanuar Surya

Prestasi menurut ensiklopedia bebas, berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha.  Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan.  Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang.  Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektualemosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan.  Karakter orang yang berprestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih prestasi tertentu, dibutuhkan kerja keras. Nampaknya bukan pengertian itu yang dimaksudkan oleh para penanya—melainkan siswa-siswi salam telah meraih juara apa saja? Bagaimana mau juara, wong kami ini tidak pernah mengikuti lomba!

Kami menyadari bahwa kebanyakan orang yang dimaksudkan prestasi adalah sudah berapa orang yang berhasil dikalahkan—sehingga orang tersebut menjadi yang terbaik. Jadi apa yang mengeram dikepala tentang prestasi, yakni terkait dengan KALAH dan MENANG. Seseorang dianggap berprestasi, apabila telah berhasil mengungguli, mengalahkan orang lain—betapa jahatnya? Kejahatan sudah dimulai sejak dalam keinginan untuk mengalahkan orang lain. Padahal prestasi juga bisa merupakan proses perkembangan seseorang menjadi lebih baik. Berprestasi adalah akibat. Jadi konsep berprestasi bukan pada kalah atau menang tetapi lebih pada kemampuan seseorang yang tekun dan serius dalam mengerjakan aktifitasnya.Sehingga setiap orang punya kesempatan yang sama, tinggal siapa yang lebih tekun dan lebih serius.

Berprestasi juga bukan hanya sebatas profesi, pekerjaan.Misalnya olahragawan, pengusaha,artis atau dokter.Jika yang kita anggap berprestasi adalah yang demikian maka yang diluar dari simbol pekerjaan tadi tidak masuk berprestasi dan ini akan membuat ketimpangan sosial.Seolah-olah yang berprestasi adalah yang demikian padahal simbol pekerjaan hanyalah bagian dari yang diprestasikan. Prestasi adalah kemampuan terbaik dari seseorang yang melakukan kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya dengan melakukan secara tekun dan serius.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda dan minat yang berbeda, untuk itu kita harus bisa mengarahkan minat dan bakat itu.karakter manusia tidak saja langsung jadi,karena dia mulai dari tahap-tahap.Dari pola pikir,kemudian perkataan,kemudian dikerjakan kemudian menjadi kebiasaan.Pola pikir adalah gerbang awal menuju sebuah berprestasi.

Berprestasi juga terkait dengan momentum.Kegiatan yang berprestasi bukanlah yang dilakukan dengan keras tetapi yang berprestasi itu yang dilakukan dengan tepat.Dan gagalpun sebenarnya bukan berarti tidak berprestasi.Gagal adalah masalah.Dan masalah merupakan tahap awal dari sebuah pencapaian seseorang.Seseorang membuat radio misalnya,tidak serta merta langsung jadi melainkan memerlukan momentum yang panjang sekaligus ketekunan yang terus menerus diasah.Seseorang yang gagal akan lebih waspada daripada yang merasa berhasil, justru dengan gagal dia akan mencari bagaimana memecahkan masalah atau menemukan cara menangani masalah tersebut. Gagal tidaklah salah justru kita harus mengakui sebuah kegagalan untuk akhirnya dicari bagaimana cara menyelesaikannya.Dan hidup penuh dengan masalah-masalah,kadang berhasil menyelesaikan kadang juga gagal tetapi yang diperlukan adalah waspada jangan sampai berhenti menyangka keberhasilan akhir. Justru merasa berhasil membuat kita tidak awas sekaligus merasa dizona nyaman dan tidak mau berkembang lagi.Padahal seharusnya gagal atau berhasil itu membuat seseorang memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik lagi.

Kekuatan yang utama dari pencapaian prestasi adalah passion, istikomah, fokus.Seseorang yang berhasil dalam bidang tertentu dia akan fokus dalam bidang itu tanpa terpengaruh halangan atau gangguan sekalipun. Karena prestasi itu bukan kata benda, tetapi sifat yang menghantarkan pencapaian atau usaha terus menerus tentu saja selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk banyak orang. Apakah berhasil mengalahkan, memporakporandakan, bahkan tidak hanya sekadar mengalahkan, bahkan membunuh orang/pihak lain masih juga disebut “prestasi”? []