TALI, Ikatan Ibu Anak dan Persaudaraan

TALI Foundation lahir tanggal 27 Oktober 2018 menjelang peringatan Sumpah Pemuda. Dibuka Oleh Pak Toto Rahardjo (Pendiri Komunitas Belajar SALAM) dengan sekelumit mengingatkan bahwa ciri-ciri Keluarga SALAM yakni selalu mengekspresikan rasa cinta dan menampilkan kebersamaan seperti yang ditunjukkan oleh mba Yayu (Trisni Rahayu) kepada kita semua–dilanjutkan Ibu Wahya didampingi mba Yayu membagikan tumpeng secara simbolik kepada Tanah, Anatha dan Arsa. Debut awal TALI Foundation ditandai dengan Resital Musik #1 yang telah berproses bersama Cipi Prasetya sekitar enam (6) bulan, antara lain Anatha Li, A.Sira Jalma Prasetya, Bilal Langit Ramadhan, Elang Sakti Wiwardhana, Falih Ubaldillah Bil Azkaqolbi, Lokeswara, Raissa Kanaya, Rindu Najwa Naraya, Ranu Wira Sakti, Seana Clarissa Ayu.

Anak SALAM yang ikut Resital Musik#1 TALI.

Penampilan Seanna Clarissa Ayu Ferdinandus dalam Resital #1 Tali di Museum Dan Tanah Liat (MDTL) di Kersan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, kemarin sore, Sabtu (27/10) mengundang banyak perhatian. Dia tampil bersama sang pelatih, mbak Cipi Prasetya, dan sang ayah, pak Hendrik. Makin haru lagi, saat melihat Seanna langsung memeluk bundanya begitu turun dari panggung. Ahh so sweet banget. Melihat momen itu rasanya jadi mrebes mili.

Seana, Resital Musik #1

Ya acara kemarin sore itu merupakan Resital bagi teman-teman kecil, yang kebanyakan dari SALAM, yang les music, terutama drum dan vocal, dengan mbak Cipi Prasetya. Sekaligus launching Tali, sebuah wadah kreativitas anak-anak dan wadah sharing orang tua tentang pengasuhan anak.

Tali sendiri diketuai oleh mbak Trisni Rahayu, SE. Menurut mbak Yayuk, sapaannya, Tali terinspirasi dari anaknya. Bahkan Tali sendiri diambil dari nama sang anak, Tanah Liat. Mbak Yayuk memiliki misi mulia untuk mewadahi dan memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkreasi sesuai minatnya.

”Untuk saat ini memang masih di music, terutama drum dan vocal, yang memang sudah ada gurunya. Sedangkan untuk terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus saat ini memang belum. Tapi ke depannya, saya akan usahakan untuk ke sana. Bagaimana pun caranya serta bagaimana pendanaannya, saya akan berusaha sekuat tenaga saya dan konsisten,” begitu ujar mbak Yayuk yang saya temui di sela acara.

Nara, Resital Musik #1

Saat mbak Yayuk mengutarakan maksud dan tujuannya dengan Tali ini, saya mbatin, keren sekali ibu satu ini. Dia bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dia bahkan juga akan menyempatkan waktunya bagi orang tua di luar sana untuk sekadar sharing, curhat, dan duduk bersama membicarakan pola pengasuhan anak.

”Tali ini pemberian nama dari pak Toto Rahardjo. Sesuai dengan nama anak saya juga. Maka di logonya ada bentuk tali, karena tali itu kan bentuk ikatan. Ikatan ibu dan anak juga ikatan pertemanan,” jelasnya.

Tanah dan ibu

Mbak Yayuk juga mengungkapkan, bagi orang tua di luar sana, dia membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka untuk datang ke MDTL dan sharing bersama. Bahkan jika anak-anak mereka ingin belajar music dan tak ada biaya, mbak Yayuk pun merelakan biayanya.[]