Wiwin Windarki Rahayu

Wiwin Windarki Rahayu

Saya mengunjungi kelas Satu Sekolah Dasar SALAM  dimana fasilitatornya adalah bu Wiwin. Bu Wiwin nampak sabar dan ramah kesan pertama yang dirasakan selama berproses dalam kelas itu. Kepribadian yang kuat dan tenang sangat cocok untuk bersama dengan anak-anak yang masa transisi dari Taman Anak (TA) ke Sekolah Dasar (SD), kuat dalam arti memegang prinsip dasar terkait dengan kesepakatan-kesepakatan yang ada di SALAM.

Ketenangan adalah hal yang sangat penting ketika dihadapkan dengan hal-hal yang tidak terduga yang dialami anak-anak. Ibu dengan dua anak (Oka dan Oki) adalah orang yang humoris dan santai sehingga membuat orang lain merasa nyaman untuk ngobrol berlama-lama bersamanya. Tidak asyik kalau semua hal yang diceritakan adalah yang indah-indah saja, ada kalanya sesuatu yang  belum baik sedikit diceritakan juga yakni kurang mempersiapkan beberapa yang terkait dengan materi dan media untuk proses belajar bersama dengan anak-anak kelas Satu  yang kritis-kritis dan aktif-aktif  itu.

Wiwin Windarki Rahayu
Wiwin Windarki Rahayu

Keunikan hal yang ada dalam diri setiap anak, maka proses belajar sangat dipengaruhi oleh keunikan-keunikan yang ada dalam diri mereka. Kelas 1 itu kumpulan anak-anak dengan keunikan yang beragam dan energi yang luar biasa, selokan air yang mengitari sekitar SALAM, ada beberapa anak yang suka bermain di solokan air, ada yang suka belajar di tempat terbuka.

Menghadapi anak-anak ini butuh fasitator yang tegas dan konsisten dalam  mengingatkan tujuan mereka berada di sekolah dengan kesepakatan yang telah dibangun bersama SALAM — itu yang dilakukan bu Wiwin menghadapi anak-anak kelas 1. Pembentukan karakter anak dibiasakan dengan hal-hal yang kecil dan sederhana sesuai dengan umur anak untuk memahami informasi itu. Misalnya minta maaf kalau melakukan kesalahan, minta tolong saat membutuhkan bantuan, tidak menyakiti teman, mengucapkan terimakasih atas bantuan orang lain, mengantri saat mau makan, ijin kalau mau meminjam barang orang lain, dan masih banyak lagi.

Apakah proses itu terjadi secara otomatis? Tentu saja tidak, ada peran fasilitator yang menjaga, memproses, memediasi anak-anak sesuai dengan cara dan kemampuan mereka. Keterampilan akademis anak disesuaikan dengan rencana riset kelas yang telah dibuat. Desain media dan metode sangat disesuaikan dengan tema dan kebutuhan belajar. Kesiapan dalam pembelajaran mempengaruhi proses yang terjadi, itu menjadi masalah karena terkadang kurang kesiapan dari fasilitator untuk materi belajar.

Berat memang mengampu anak-anak yang sangat beragam dan energik, membutuhkan kesabaran dan kepengasuhan yang tulus. Dalam menemani proses mereka bu Wiwin juga banyak berkomunikasi dengan orang tua murid. Bersama-sama mencari solusi bagaimana anak-anak dengan keberadaan mereka masing-masing dapat belajar secara optimal dan dapat diterima teman-teman yang lain. Ada sebagian orangtua yang menanyakan kenapa anak-anak kelas satu belum semuanya bisa menulis dan membaca? Bu Wiwin menjelaskan, untuk semester pertama ini masih difokuskan pada membangun nilai-nilai, kebersamaan, saling menghargai, saling menjaga karena anak-anak kelas satu memang sangat istimewa, mohon bersabar dulu, bu Wiwin percaya setelah anak-anak dapat menguasai diri mereka akan mudah belajar apa saja termasuk menulis dan membaca. Keteguhan hati dan keikhlasan memberikan diri sepenuhnya pada proses pendampingan anak kelas satu ini membuat orang tua menerima dan percaya pada proses yang sudah berjalan.

Untuk semester depan sudah ada kesepakatan bu Wiwin akan menemani anak-anak kelas tiga yang dulu kelas satunya juga beliau yang memdampingi. Di Salam sangat mungkin fasilitator berpindah kelas, selain untuk mengurangi kejenuhan juga dipakai untuk proses belajar fasilitator. Bu Wiwin termasuk salah satu fasilitator yang juga orang tua murid. Oka anak pertamanya belajar di SALAM sejak Kelompok Bermain sekarang kelas enam dan Oki anak keduanya dari Kelompok Bermain juga, sekarang kelas tiga. Berawal menjadi fasilitator Kelompok Bermain sambil mendampingi anaknya, sejak tiga tahun yang lalu menjadi fasilitator kelas satu SD.

Rumahnya cukup jauh dari SALAM, yaitu di desa Besi Sukaharjo Sleman 22km dari SALAM. Beruntung suami sangat mendukung, sekalipun jauh tetap diijinkan, bahkan setiap hari siap mengantar dan menjemput. Berhubung sang suami mengajar di sebuah SMA swasta di kota Yogyakarta yang masuknya jam 7 pagi, maka Bu Wiwin sampai di SALAM sebelum jam 7, jadi paling pagi dating ,karena SALAM masuk jam 8, pulangnya menunggu suami pulang mengajar, sering sore hari jam 16 kadang lebih baru pulang. Bu Wiwin dan anak-anak banyak menghabiskan waktu di sekolah — padahal sebelum aktif di SALAM bu Wiwin bekerja di sebuah perusahaan yang penghasilannya cukup memadahi, namun atas permintaan anaknya bu Wiwin aktif di SALAM beliau rela meninggalkan pekerjaannya. (Sumi)