BULAN PRESENTASI ANAK SALAM (Merayakan Keberagaman Pengetahuan)

Bulan Mei 2019 ini ada yang istimewa di Sanggar Anak Alam (SALAM). Untuk kali pertama, SALAM akan menggelar ‘Bulan Presentasi’. Semester-semester lalu SALAM memang selalu menggelar presentasi. Namun pelaksanaannya bersifat independen untuk tiap kelasnya. Selain ditentukan oleh kesiapan masing-masing kelas, presentasi juga dihadiri sebatas warga belajar kelas tersebut dan tidak selalu dibuka untuk umum. Sementara kali ini, SALAM memberanikan diri merangkai semua presentasi anak dalam satu gelaran acara, dan mengelompokkan presentasi tidak berdasar jenjang, melainkan tema.

Gelaran ini bermula dari gagasan yang muncul pada workshop fasilitator di awal semester lalu. Gagasan yang membuka kemungkinan tiap anak SALAM melakukan kolaborasi karya lintas kelas dalam melaksanakan riset di semester ini, menimbulkan pertanyaan: Lalu bagaimana presentasinya? Di kelas berapa riset kolaborasi itu dipresentasikan? Maka kemudian muncullah ide untuk membuat ‘arisan pengetahuan’ dimana pengetahuan satu anak dikumpulkan, dikocok dan dibagikan pada semua peserta arisan.

Tentu saja, bagi para fasilitator, gagasan ini akan cukup rumit untuk dieksekusi. Kebiasaan untuk menyelenggarakan presentasi, yang dulunya cukup dikoordinasikan dengan warga belajar dalam 1 kelas, berubah. Sejak sekitar 3 minggu sebelum Bulan Presentasi digelar, PKBM mulai membentuk tim khusus sebagai panitia penyelenggaraan acara. Panitia kemudian harus berkoordinasi melakukan pendataan anak dengan tema risetnya masing-masing. Setelah data terkumpul kemudian melakukan pengelompokan presentasi berdasar kemasan penyajian dan tema. Lalu berkoordinasi kembali untuk memastikan jadwal tersebut telah tersosialisasikan di seluruh kelas. Belum lagi pembukaannya yang berbarengan dengan Pasar Pangan, acara pamungkas rangkaian wiwitan, menuntut dua kepanitiaan rutin berkoordinasi.

Rumit pastinya. Namun sebagai salah satu bagian kecil di tim publikasi, saya merasakan spirit pembelajar yang kuat menguar di kerja-kerja koordinasi. Saya juga melihat anak-anak SALAM sangat antusias dalam menyongsong perayaan ini. Hampir selama seminggu terakhir, tema-tema diskusi di kelas SMA tidak pernah jauh-jauh dari bagaimana mengemas sajian riset, bagaimana mendisplay karya, hingga menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk talkshow. Dalam hal ini, SALAM benar-benar menjadi laboratorium belajar yang sungguh kaya.

Bagi Anda yang ingin turut merasakan aura ini, silahkan hadir di SALAM sesuai tanggal dan jam yang tertera di infografis terlampir. Cermati tanggal, nama-nama periset dan tema-tema yang mereka angkat. Lalu mari kita bersama merayakan keberagaman pengetahuan yang anti mainstream ala Sanggar Anak Alam. Sampai jumpa! []