Hadir dan Merasa

Gelaran seni rupa CARAKA#2 yang dihelat Forum Orangtua SALAM kali ini memiliki nuansa yang berbeda dengan gelaran CARAKA yang berlangsung Mei 2018 lalu. CARAKA#2 yang dibuka dengan diskusi hangat bersama Pak Nasirun, 9 Desember 2018 lalu, memiliki nuansa orisinalitas yang sangat kental. Selain dihasilkan dari goresan anak-anak dengan bimbingan para mentornya, tema-tema yang dipilih pun sangat beragam.

doc. CARAKA

Lugu, jujur dan apa adanya. Khas anak-anak. Begitulah kesan yang saya tangkap dari karya-karya yang terpajang di dinding-dinding warung kopi Dst itu. Saya, yang sedikit banyak mengintip proses kreatif anak bersama para mentor lewat tugas menulis profil yang diberikan Pak Toto, merasakan kuatnya aura kejujuran itu. Bahkan saat diminta untuk memberi judul karya-karya mereka, anak-anak itu bertukas dengan lugas, tanpa berpikir panjang. Hanya sedikit berusaha mengingat tentang apa dan bagaimana perasaan mereka saat berkarya. Begitu juga pada saat pembukaan pameran, dimana seluruh hadirin berkeliling mengamati karya. Setiap anak dengan percaya diri berdiri di samping karya mereka, lantas bertutur lancar ketika ada hadirin yang bertanya tentang karya yang mereka buat.

Tentu saja bukan tidak mungkin seniman dewasa bisa jujur dan orisinil tentang karya mereka. Namun anak-anak ini, tanpa banyak referensi dan teori, tanpa ruang filosofi  dan hasrat manifestasi, memberi tafsir baru tentang kejujuran dan orisinalitas lewat karya mereka.

Tak hanya seni rupa. Dalam rangkaian acara yang sama, CARAKA#2 juga menggelar ruang apresiasi untuk seni-seni yang lain. berturut-turut telah tergelar dengan hangat dan lancar: Malam apresiasi sastra, malam apresiasi film dan malam apresiasi teater. Kelompok dan komunitas yang memeriahkan malam-malam itu bahkan teman-teman baru bagi komunitas SALAM. seperti Rakyat Sastra, Dissonance dan Buktu yang meromantisir Malam Sastra, Jono Terbakar yang menghangatkan Malam Film yang diguyur hujan, serta D’Magic Mime yang menceriakan Malam Teater.

Pameran sen rupa ini hanya akan berlangsung selama dua minggu. Tepatnya Minggu, 23 Desember 2018 nanti, pameran ini akan ditutup. Bagi Anda yang ingin merasakan hal sama, atau mungkin berbeda, dengan apa yang saya rasakan saat menyaksikannya, bersegeralah menyempatkan diri untuk mengunjungi CARAKA#2. Namun jika kesempatan itu tak kunjung tiba, kami keluarga besar Sanggar Anak Alam (SALAM) bersama warga RT 08, Kasihan, Tamantirto akan menunggu kehadiran Anda di Pasar Caraka sebagai pemungkas acara.

Pasar Caraka adalah adaptasi Pasar Ekspresi, pasar khas SALAM yang kental dengan nuansa pangan sehat dan produk kreatif. Pasar Caraka akan dihelat Minggu, 23 Desember 2018 sejak pukul 14.00 WIB. Selain pangan sehat dan produk kreatif, Pasar Caraka juga akan dimeriahkan oleh komunitas penyeduh kopi dari Bantul yang siap melakukan atraksi seduh kopi yang hasilnya dapat disruput cuma-cuma sepanjang acara.

Trapped Inside The Club (Tido dkk),

Tak hanya lapak pasar dan kopi gratis. Malam puncak penutupan CARAKA#2 juga akan menghadirkan panggung yang akan dimeriahkan oleh keluarga SALAM yang tergabung di Air Band, Bandanas, Agni Band, Eman-eman Band, DJ Atrix, AO band dan Dara Jelita. Namun rupanya tak hanya warga SALAM saja yang ingin memuncaki CARAKA#2. Pada panggung yang sama akan tampil DJ Avril, Jubstyle, Petrus Berdua, Trapped Inside The Club (Tido dkk), Bram dkk dan lain-lain. Baru menuliskan rangkaian pengisi acaranya saja saya sudah merasa gegap gempita. Apalagi nanti realisasinya.

Maka, hadir ya? Andaikata tidak bisa, mohon doanya saja, semoga hari Minggu nanti cerah. Amin. []