Makna Hari Raya Kurban

Sejumlah imbauan dikeluarkan jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa 20 Juli 2021. Imbauan ini dikeluarkan mengingat kasus Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi. Salah satunya disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melalui Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. Surat edaran ini berlaku pada 18 hingga 25 Juli 2021.

Hari raya Idul Adha tidak hamya memotong kambing atau sapi, tapi memiliki makna penting bagi umat Islam. Dan Moms bisa mengajarkan makna ini pada si Kecil. Berkurban bukan hanya menjalankan perintah Allah SWT.   Melainkan juga memberikan makna sosial, kepedulian kepada sesama.

Mengapa waktu untuk Berkurban?

Cinta itu memiliki kesanggupan yang luar biasa—sanggup untuk berkorban: berkorban sejenak menjaga jarak sosial, memang kehidupan sosial bukan logika matematika, tetapi logika dan rasionalitas kita dalam membaca realitas menjadi awal perubahan diri menuju perubahan sosial kita.

Terhitung sejak lebaran 2020, Kita sudah berjuang keras bersama selama 8 Bulan 7 hari untuk menemukan puncak penyebaran covid-19. Namun pasca lebaran 2021 kembali kita harus berjuang bersama menemukan puncak kedua yang masih misterius.

India membutuhkan 82 hari menghadapi varian Delta. Jika kita patuhi protokol kesehatan mustinya tidak perlu dengan menggunakan pendekatan keamanan, maka awal Agustus kita akan sampai menemukan puncak Delta.

Memang korban tahun ini adalah bukan hanya mereka yang menyembelih sapi dan domba, tapi juga mereka yang berkorban untuk tinggal di rumah 4 hari penuh dan menjaga bersama agar teman kita, tetangga kita, saudara kita masih tetap bersama dengan kita.