PECUNDANG

Ia berceramah di gurun, dan meninggal sendirian. Simón Rodríguez, guru Bolivar, menghabiskan setengah abad waktunya berkeliling Amerika Latin di atas punggung keledai, mendirikan sekolah, dan mengucapkan kata-kata yang tak seorang pun memperhatikan. Api melahap hampir semua tulisannya. berikut beberapa kata yang selamat:

Tentang kemerdekaan

kita independen tetapi tidak merdeka. Kita harus lakukan tindakan demi rakyat yang semakin tidak merdeka. Sebelumnya, mereka mempunyai seorang raja penggembala yang tidak memakan sampai setelah gembalaannya mati. Raja sekarang, begitu datang langsung ia memakan mereka hidup-hidup.

Tentang kolonialsme pikiran:

Keahlian Eropa dan kemakmuran Amerika Serikat, untuk Amerika kita adalah dua musuh kebebasan berpikir. Republik yang baru terbentuk tidak mau mengadopsi apapun yang tidak ada stempel persetujuan mereka. Kalau mau meniru, tirulah keasliannya, bukan meniru semuanya begitu saja!

Tentang perdagangan kolonial:

Sebagian orang berpikir kemakmuran adalah jika pelabuhan penuh kapal, dan rumah mereka penuh barang-barang impor. setiap hari pakaian baru datang, sampai pun topi yang dikenakan orang-orang Indian. Tidak lama nanti kita akan melihat bingkisan kecil keemasan berlambang kerajaan berisi tanah liat yang “diproses dengan cara baru” untuk anak-anak yang selama ini biasa makan tanah.

Tentang pendidikan umum:

Mengharuskan murid menghafal yang tidak mereka pahami sama dengan melatih beo. Tumbuhkan keingintahuan anak agar mereka belajar mematuhi pendapat dan pikiran mereka, bukan menaati penguasa seperti yang dilakukan mereka yang picik, atau menaati adat kebiasaan seperti kita yang dungu. Ia yang tak tahu apa-apa, gampang dibodohi. ia yang tak punya apa-apa, gampang dibeli.

Eduardo Galeano

“Mirrors”