Bantu Tukang Sampah Memisahkan Sampah Medis Milik Kita di Rumah

Sebagian besar kota di Indonesia menjadi lengang seiring dengan pembatasan sosial yang dianjurkan pemerintah. Hal ini pun memengaruhi produksi sampah di beberapa kota besar. Terjadi penurunan jumlah produksi sampah yang signifikan dari wilayah komersil seperti mal, hotel, perkantoran dan tempat makan. Jakarta misalnya, jumlah sampahnya menurun hingga 600 ton per hari.

Walaupun begitu, nasib tukang sampah tetap memprihatinkan. Sejak pembatasan sosial berlaku banyak keluarga melakukan karantina mandiri di rumah. Keluarga-keluarga ini tanpa disadari menghasilkan sampah medis yang berpotensi menularkan penyakit. Mirisnya, sampah medis dari keluarga bercampur dengan sampah rumah tangga karena banyak keluarga di Indonesia belum melakukan pemilahan sampah.

Itu sorotan tentang persampahan di Jakarta yang jumlahnya menurun, namun sampah rumah tangganya bercampur. Lalu bagaimana dengan Jogja?

“Kondisinya sama saja seperti sebelum corona dan sama seperti Jakarta. Sampahnya bercampur,” jelas Imam, konsultan pengelola sampah.

Dalam sehari, Jogja menghasilkan 600 ton sampah. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampah itu akan ditimbun lalu diurug, ditimbun lagi, diurug lagi, ditimbun lagi dan begitu seterusnya bakal bertambah sampai menjadi gunung sampah. Padahal, semenjak 5 tahun yang lalu Imam telah giat menyosialisasikan dan megedukasi masyarakat untuk memilah sampah.

“Susahnya minta ampun,” akunya saat diwawancarai melalui aplikasi Whatsapp terkait edukasi sampah yang telah dia lakukan.

“Teknologi olah sampah itu sederhana, yang susah bentuk kesadarannya,” tambahnya.

Lantas apa sih pentingnya memilah sampah kita? Selain membantu tukang sampah terhindar dari penyakit, dengan memilah sampah kita akan membantu mengurangi jumlah sampah yang akan berakhir di TPA. Sampah organik dimasukkan ke dalam komposter. Sampah non organik yang laku jual diberikan kepada pemulung. Kita bisa mengurangi jumlah sampah yang akan berakhir di TPA hingga setengahnya.

Terus, gimana nasibnya dengan sampah medis yang berasal dari rumah? Lagi-lagi ini miris karena semua sampah dari rumah tangga akan berakhir di TPA. Sedangkan, seharusnya sampah medis masuk ke incenerator. Tapi..kita bisa bantu tukang sampah memisahkan sampah medis yang kita hasilkan (masker, sarung tangan, tisu) dengan memasukkan ke wadah yang berbeda dan memberitahu kepada petugas supaya petugas angkut akan tahu dan tidak perlu membongkarnya lagi.

Tukang sampah adalah profesi mulia yang sering kita abaikan. Menghormati profesinya adalah penting. Memilah sampah adalah salah satu cara menghormatinya.