Cerita Singkat Pengalamanku di SMP SALAM

Di saat melanjutkan proses belajar di kelas tujuh semester yang kedua ini, aku merasa ada banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari pergantian fasilitator, perpindahan kelas setiap satu bulan sekali, perubahan sikap dari teman-temanku, sampai perubahan dari dalam diriku sendiri.

Renane bermain musik

Fasilitatorku di kelas 7 semester kedua ini ada 4 orang, Bu Tutik, Mbak Erika, Mas Angga, dan Mas Ian. Jadwal mereka hadir menemani kami pun berbeda-beda. Bu Tutik yang tidak hadir setiap hari Jumat karena ada pekerjaan lain, Mbak Erika yang tidak hadir setiap hari Senin karena biasanya ia pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, dan juga Mas Angga yang tidak hadir setiap hari Kamis karena ada pekerjaan lain. Kalau Mas Ian, ia memang belum intensif menemani kami di kelas 7, jadi ia hanya datang beberapa kali dalam seminggu untuk menemani kami di kelas.

Di semester dua ini kami juga ada fasilitator baru dari Surabaya, Bu Nike namanya. Bu Nike selalu mengajak kami untuk belajar berpikir positif, dengan cara melakukan permainan-permainan asyik yang biasanya kami lakukan pada hari Selasa.

Aku punya teman baru di semester ini, Devi namanya. Aku cukup dekat dengan Devi. Kami berdua sangat sering berbagi cerita tentang klub bola Indonesia, kami juga mengidolakan pemain bola yang sama. Sampai-sampai, teman-teman kami yang lain bosan mendengarkan percakapan kami berdua karena mereka tidak paham apa yang kami bicarakan. Aku juga sering berbagi cerita dan pengalaman dengan Nilanti seputar Gereja. Kami berdua juga sering berdoa Malaikat Tuhan bersama pada pukul 12.00 WIB. Dan terkadang kami juga menyanyikan lagu-lagu rohani di kelas, biasanya ada Ellena dan Geno yang ikut bergabung. Karena Nilanti, aku jadi tertarik untuk menjadi pelayan Tuhan di gereja seperti apa yang sudah Nilanti lakukan. Nilanti juga sering mengingatkan aku untuk berdoa di jam-jam tertentu. Tapi diantara mereka berempat, aku paling dekat dengan Ellena. Kami berdua sering janjian untuk bermain bersama diluar kegiatan sekolah atau pada hari libur sekolah. Selain itu, aku dan Ellena juga baru saja bergabung dalam satu band yang sama, yaitu Agni Band. Kami jadi sering berkegiatan bersama, meskipun itu hari libur sekolah. Dan yang terakhir, Geno. Aku tidak terlalu dekat dengan Geno, kami hanya sesekali membicarakan sesuatu. Biasanya kami berdua membicarakan tentang lagu-lagu barat yang baru rilis atau yang sedang banyak didengarkan orang-orang.

Pada semester ini juga, aku merasa jadi lebih dekat dengan  semua teman-temanku. Aku juga sering bermain atau berbagi cerita dengan teman-temanku yang laki-laki. Yang paling sering kami bicarakan adalah tentang sepakbola. Terkadang, kami juga suka bermain musik bersama atau mendengarkan lagu bersama-sama. Secara spontan, kami sudah bisa mengaransemen beberapa lagu dengan versi kami sendiri. Aku juga jadi belajar teknik bermain gitar bass bersama temanku, Helmi. Ia juga salah satu anggota dari Agni Band. Biasanya aku, Helmi, dan Ellena belajar bersama tentang materi untuk latihan band di studio.

Aku juga sudah bisa berbagi ilmu kepada teman-temanku. Seperti Ellena yang bisa bermain gitar karena ia sering memintaku untuk membantunya belajar kunci-kunci. Aku jadi semakin percaya diri karena aku mulai dipercaya oleh orang lain, terutama oleh teman-teman di sekitarku. Bukan menggurui, tapi lebih ke berbagi dan belajar bersama. Intinya, aku senang jika ada orang lain yang merasa terbantu karenaku. Selain itu, di semester ini aku dianggap teman-temanku sebagai orang yang asyik jika diajak bercerita atau curhat. Teman-temanku juga bilang, kalau aku ini adalah orang yang suka bercanda alias humoris.

Selain itu, aku juga mendapat banyak sekali hal baru dari risetku. Aku jadi belajar cara berkomunikasi dengan orang lain lewat melakukan wawancara dengan Bu Wahya, belajar tentang asam dan basa, tentang termometer dan air raksa, tentang cara menghitung satuan suhu, tentang macam-macam vitamin, serta mengingat kembali tentang organ pencernaan manusia. Dan  dari luar riset, aku banyak mengikuti kegiatan-kegiatan menarik yang membuat aku mendapatkan lebih banyak lagi hal baru. Aku tergabung dalam Organisasi Anak Salam (OAS), yang beranggotakan anak-anak SMP dan SMA Salam. Kami biasanya berkumpul untuk melaksanakan rapat rutin setiap 2-3 kali dalam sebulan. Tugas kami pun ada lumayan banyak. Kami menjadi pengurus Pasar Senin Legi, panitia Pasar Ekspresi, panitia Kemah, dan terkadang kami juga memfasilitasi teman-teman kami yang lainnya. Karena itu, aku jadi bisa bersosialisasi dengan orang lain, bisa bertanggung jawab atas tugasku, dan juga bisa bekerja sama dengan teman maupun tim. Tapi aku juga masih terus belajar dari semua teman-temanku dan juga dari para fasilitator yang sangat membantuku di OAS ini. Dalam OAS ini, kami memiliki fasilitator pendamping, yaitu Pak Adi, Mas Yudhis, Mbak Nina, Mbak Sabeth, dan Mas Edwin yang baru saja bergabung.

Aku dan teman-teman SMP juga memiliki kegiatan olah tubuh yang tidak kalah seru dengan kegiatan lainnya. Ada pencak silat, berenang, dan juga kepanduan, yang kami lakukan setiap hari Jumat. Saat pencak silat, biasanya kami lari untuk pemanasan. Kami biasanya lari melewati jalan sekitar sekolahan, sekitar 10-15 menit lamanya. Setelah lari pemanasan, kami melakukan peregangan untuk kaki, tangan, dan kepala. Lalu, kami mulai memukul dan menendang bantalan yang dipegang oleh pelatih kami, Mas Dwi dan Pak Kus. Kegiatan itu kami mulai pada pukul 08.30 – 11.00 WIB dan kemudian makan siang. Untuk hari Jumat minggu depannya, kami biasanya berenang di Griya Alvita. Untuk berenang, kami harus mengeluarkan biaya sejumlah Rp 8.000 per orang. Waktu kegiatannya pun sama seperti pencak silat. Setiap hari Jumat, kami memang pulang lebih awal, karena ada beberapa teman yang menjalankan ibadah sholat jumat. Dan untuk kegiatan kepanduan, kami difasilitasi oleh Pak Adi. Kegiatan yang paling aku suka dari kepanduan adalah memasak bersama dan petualangan. Kami biasanya dibagi menjadi beberapa kelompok kegiatan. Kemudian kami diminta untuk mendiskusikan tentang kegiatan tersebut. Saat hari kepanduan, kami juga sudah pernah berkegiatan bersama salah satu anggota dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kami belajar cara mengatasi orang-orang yang mengalami kecelakaan di sekitar. Seperti contohnya kecelakaan di jalan, pingsan, atau kaki yang tertusuk paku.

Untuk saat ini, aku masih memikirkan rencana untuk semester depan. Kemungkinan besar, aku akan mengembangkan riset tentang obat herbal, sampai aku bisa memproduksi dan mendistribusikan. Di sela-sela riset, kemungkinan aku juga akan mengisi waktu luangku dengan les gitar klasik dan latihan band rutin. Aku sangat ingin untuk mengembangkan teknik permainan gitarku, agar bisa mendapat prestasi dari mengikuti lomba-lomba. Selain itu, aku juga sudah berencana untuk masuk ke SMA Stece, mengambil jurusan bahasa. Jadi, mulai sekarang aku akan belajar dengan serius, agar besok saat kelas 9 bisa mendapatkan nilai yang cukup.

Aku juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-temanku, yang sudah memberikan aku banyak pengetahuan baru, cerita baru, dan hal-hal baru yang sangat menarik. Terima kasih juga kepada semua fasilitator, yang sudah menemani aku dan teman-teman selama semester 1 dan semester 2. Terimakasih pula kepada Mama dan Ayahku, karena mereka sudah menyekolahkanku di Salam, dan juga membantu risetku selama ini.

Natalia Renane, 29 Mei 2018.