karya anak salam

Jose dan Perjalanan Menemukan Suara dalam Gitar Klasik

Pagi itu, suasana di Teater Garasi masih terasa santai ketika Emmanuel Jose Ernanda duduk bersama teman-temannya. Sesekali mereka berbincang ringan sambil menunggu giliran presentasi dimulai. Dari raut wajahnya, Jose tampak tenang. Tidak terlihat tanda-tanda gugup yang biasanya menyertai seseorang yang akan tampil di depan banyak orang. Ia menunggu dengan santai, seolah sudah siap menghadapi apa pun yang akan terjadi di atas panggung.

Pada tanggal 19 Mei 2026, siswa kelas 7 ini mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Pembelajaran Classical Guitar melalui Etude & Lagu Karya Leo Brouwer.” Dalam presentasinya, Jose menggunakan media PowerPoint sekaligus memperagakan langsung materi yang ia pelajari melalui permainan gitar klasiknya.

Ketika membuka presentasi, Jose tampil dengan percaya diri. Ucapannya mengalir lancar dan tegas. Ia mampu menjelaskan materi yang telah dipelajarinya dengan baik, menunjukkan bahwa proses riset yang dijalani selama beberapa bulan bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah perjalanan belajar yang sungguh-sungguh ia tekuni.

Saat ditanya mengenai tujuan risetnya, Jose menjawab dengan sederhana namun jelas. Ia ingin dapat memainkan gitar dengan baik, khususnya gitar klasik yang saat ini menjadi fokus pembelajarannya. Di balik jawaban yang singkat itu tersimpan sebuah proses panjang yang menuntut latihan rutin, kesabaran, dan ketekunan.

Riset yang dipilih Jose memang bukan sekadar mempelajari teori musik. Ia harus berhadapan langsung dengan instrumen yang membutuhkan koordinasi tubuh, ketepatan teknik, serta kepekaan terhadap bunyi. Melalui karya-karya komposer gitar klasik Leo Brouwer, Jose belajar memahami bahwa memainkan gitar bukan hanya soal menekan senar dan menghasilkan nada, tetapi juga tentang menghadirkan rasa dan karakter dalam setiap permainan.

Salah satu momen yang paling diingat dalam presentasi tersebut terjadi secara tak terduga. Ketika acara berlangsung, tiba-tiba sound system mengeluarkan suara ledakan keras yang mengejutkan seluruh ruangan. Suara “deerrrrr” yang mendadak itu sempat memecah konsentrasi. Namun situasi tersebut tidak membuat Jose kehilangan kendali. Ia tetap tenang dan melanjutkan presentasinya dengan baik, menunjukkan kematangan sikap yang patut diapresiasi.

Pada sesi tanya jawab, banyak teman dan fasilitator yang tertarik menanyakan berbagai teknik serta cara memainkan gitar klasik. Jose tidak hanya menjawab secara lisan, tetapi juga memberikan contoh langsung menggunakan gitarnya. Dengan demikian, penjelasannya menjadi lebih mudah dipahami. Kemampuannya menjelaskan sekaligus mendemonstrasikan teknik permainan menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami materi yang dipelajarinya.

Dukungan dari teman-teman dan para fasilitator juga menjadi bagian penting dari suasana presentasi hari itu. Interaksi yang hangat dan penuh apresiasi membuat ruang belajar terasa aman dan menyenangkan. Jose dapat membagikan hasil belajarnya tanpa rasa takut, sementara para peserta lain memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalaman yang ia bagikan.

Lebih dari sekadar kemampuan bermain gitar, proses riset ini ternyata memberikan banyak pelajaran berharga bagi Jose. Ia belajar tentang kedisiplinan dalam berlatih, tanggung jawab terhadap target yang telah ditetapkan, serta keberanian untuk tampil dan berbicara di depan orang lain. Selain itu, ia juga mengembangkan kemampuan menulis, melatih kepekaan dalam mendengarkan dan memainkan musik, serta belajar mengelola waktu agar latihan dapat berjalan secara konsisten di tengah aktivitas lainnya.

Perjalanan selama empat bulan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran musik sesungguhnya tidak hanya membentuk keterampilan artistik, tetapi juga karakter. Setiap nada yang dimainkan merupakan hasil dari latihan yang berulang. Setiap lagu yang berhasil dibawakan adalah buah dari kesabaran dan ketekunan.

Melihat perkembangan yang dicapai, pencapaian Jose tentu layak mendapatkan apresiasi. Dalam waktu empat bulan, ia tidak hanya berhasil memperdalam kemampuannya memainkan gitar klasik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri.

Bravo, Jose. Semoga perjalanan bermusik ini terus mengalir, memperkaya pengalaman belajar, dan menjadi salah satu jalan untuk menemukan suara terbaik dari dalam dirimu sendiri.[]

Dari notulensi: Yohanes D.B. Hany E

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *