Representasi Pribadi Manusia. Pembawa Cinta

PAMERAN SENI RUPA SALAM

“CA-RA-KA” (CIPTA RASA KARSA)

Representasi Pribadi Manusia. Pembawa Cinta

MAHENDRA Satria Wibawa, sering dipanggil Pampam adalah salah satu seniman yang turut ikut serta dalam Pameran CARAKA yang akan diadakan pada 2 hingga 15 Mei mendatang. Pria kelahiran Kediri, 22 Maret 1984 ini melukiskan karya berjudul ”Pembawa Cinta”.

“Pembawa Cinta. Karya MAHENDRA Satria Wibawa (Pampam)

Dia melukiskannya dengan ekspresif dan sedikit dekoratif. Dia menjelaskan, babi yang sedang menggigit bunga adalah objek yang kontradiksi dengan kepercayaan mayoritas di Nusantara, dalam lukisan itu terdapat sebuah kalimat yang menerangkan ”sebenarnya lebih berserah diri daripada mahluk yang bernama manusia”.

”Kemudian penunggangnya adalah representasi pribadi selaku manusia,” ujarnya.

MAHENDRA Satria Wibawa (Pampam)

Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Karya Terbaik dalam pameran NISBI dan Nominasi Bang Wetan ini menuturkan apa yang dijalani oleh manusia tidak luput dari seni secara global. Misalnya saja seni memasak, seni melukis, seni kriya, desain, politik dan sebagainya.

”Termasuk pula saat masuk ke ranah pendidikan. Dalam pendidikan saya kira perlu seni bahasa dan psikis,” ungkap pria yang pernah mengadakan pameran tunggal Lets Play di Tembi, Jakarta pada 2009 silam dan pameran tunggal ”Kehidupan dalam Perspektif Personal di ISI Jogjakarta pada 2011. []