Taman Anak Bercerita

Pagi itu ruang Togog-Bilung, Sanggar Anak Alam (SALAM) penuh sesak oleh orang-orang yang serba ingin tahu. Ruang yang sehari-hari digunakan sebagai ruang belajar Taman Anak (TA) itu ada acara launching buku ‘Taman Anak Bercerita’. Bagaimana bisa anak TA membuat buku jika dalam proses belajar mereka ‘bermain dan bermain’?—bercerita tidak melulu menggunakan media tulisan, namun juga bisa menggunakan media gambar untuk melukiskannya.

Yang disayangkan, terkadang seorang anak tidak bisa bebas melukiskan apa yang mereka ingin lukiskan. Karena, ketika seorang anak menggambar tak jarang orang dewasa mendominasi dengan memberi instruksi tentang teknik menggambar yang baik dan benar menurut sudut pandang mereka. Hal itu terkadang bukan malah membuat anak  bersemangat untuk berkarya namun yang terjadi malah sebaliknya mereka merasa bosan dengan segala instruksi dan menjadikan anak tidak merdeka untuk menggambar sesuka hati.

‘Taman Anak Bercerita’ merupakan sebuah buku kumpulan cerita yang dibuat oleh anak-anak TA SALAM. mereka dibebaskan, sebebas-bebasnya, untuk membuat sebuah gambar yang kemudian diceritakan kepada orang tuanya dan para orang tua berperan untuk menuliskan apa yang di ceritakan oleh anaknya. Lalu semua cerita di kumpulkan menjadi sebuah buku. Dalam buku ‘Taman Anak Bercerita’ para pembaca bisa menemukan gambaran tangan anak anak TA serta melihat imajinasi mereka tentang gambar tersebut. Buku ini diluncurkan dalam rangka ‘Bulan Presentasi SALAM’ yang kurang lebih diadakan selama satu bulan lamanya. Buku ini tidak bisa ditemukan di Gramedia atau toko buku dekat rumahmu. Jika ingin memilikinya,  buku ini hanya ada di Sanggar Anak Alam.

Menurut cerita mama jalu, Bu Gerna yang menjadi perancang sampul buku Taman Anak Bercerita, proses pembuatan buku ini tidak memakan waktu yang lama, hanya dibutuhkan sekitar 3 minggu sebelum launching buku. Keren bukan? Padahal untuk mengumpulkan sekian banyak cerita dan menjadikannya sebuah buku bukanlah hal yang mudah.

Pada saat launching buku Taman Anak Bercerita ini, beberapa anak bergiliran maju ke depan untuk menceritakan lukisannya. Sangat banyak anak yang bersemangat. Contohnya Dydy. Dia sangat bersemangat menceritakan Pak Dydy yang sedang menangkap ikan. Ada juga yang masih malu-malu untuk menceritakan kembali karyanya. Di penghujung acara, beberapa anak TA menunjukan bakatnya masing-masing. Ada yang menyanyi dan ada juga yang bermain biola. Semua orang di sana merasa terhibur tidak terkecuali aku. “Andai masa kecilku seperti mereka,” begitu yang terbersit di benakku saat melihat teman-teman kecil bermain bercanda dan tertawa dengan begitu merdeka. []